AL-QURAN AL-KARIM adalah kitab suci
yang menjadi petunjuk, tuntunan, bagi setiap Mukmin yang bertakwa.
Karena itu setiap Mukmin dan Muslim wajib mempelajari Al-Quran. Apa pun
alasannya, apa pun profesi dan kebiasaan yang dijalani seseorang,
Al-Quran tetap wajib dipelajari oleh setiap Muslim. Al-Quran
tidak hanya wajib dipelajari oleh kyai, ustadz, santri, atau orang
yang menggeluti keagamaan. Ia tetap wajib dipelajari oleh semua lapisan
dan profesi masyarkat Muslim. Dari rakyat jelata hingga penguasa. Dari
petani hingga pengusaha. Dari anak-anak beliau hingga dewasa. Dari
mereka yang berjalan kaki hingga berkendaraan. Semuanya berkewajiban
belajar Al-Quran –agar bisa menjalankannya.
Masalahnya, Al-Quran
adalah Kitab Suci yang berbahasa Arab. Sedangkan mayoritas Muslim di
dunia bukan berasal dari bangsa Arab yang menguasai bahasa itu.
Itulah
sebabnya, belajar bahasa Arab itu wajib. Ketika belajar Al-Quran
wajib, jelas sekali, belajar bahasa Arab juga wajib. Mungkin ada yang
berujar: “Untuk memahami Al-Quran, tidak perlu menguasai bahasa Arab.
Sebab, Al-Quran sudah diterjemahkan dalam bahasa kita.”
Bahwa
Al-Quran sudah diterjemahkan dalam banyak bahasa, termasuk bahasa
Indonesia, adalah benar. Memang demikian. Tetapi sungguh, terjemahan
tersebut tidak dapat mewakili seluruh kandungan makna yang tersimpan
dalam setiap ayat dan kata Al-Quran. Setiap kata yang digunakan dalam
setiap ayat Al-Quran memiliki kandungan makna yang mendalam, luas, dan
luar biasa, yang itu tidak dapat diselami dan dijangkau melalui bahasa
terjemahannya.
Pada
tulisan yang akan datang kita akan coba tunjukkan beberapa contoh,
betapa setiap kata yang dipilih digunakan oleh Al-Quran itu tidak dapat
diwakili oleh bahasa terjemahan. Dan tentu saja, ketika kandungan
makna yang tersimpan dalam setiap kata dalam Al-Quran itu tidak dapat
direpresentasi oleh terjemahan, maka sebenarnya terjemahan itu
mempersempit makna ayat-ayat Al-Quran. Sekalipun setiap orang akan
terbantu dengan adanya terjemahan, tetapi jika ia hanya mengandalkan
terjemahannya saja, maka ia takkan sanggup menangkap kemukjizatan dan
seluruh makna yang diinginkan oleh setiap kata dalam ayat-ayat
Al-Quran. Dan itu berarti bahwa ia belum dapat menangkap seluruh
petunjuk yang terkandung dalam Kitab Susi yang luar biasa dahsyat itu.
Karenanya,
agar kita dapat menyelami Al-Quran lebih mendalam dan luas, sehingga
fungsi tuntunan dan kepetunjukan Al-Quran semakin terasa pada diri
kita, maka jelas, siapa pun harus bisa bahasa Arab. Dan ketika ia belum
menguasainya, maka ia wajib mempelajarinya. Sebagaimana belajar
Al-Quran adalah wajib, maka belajar bahasa Arab juga wajib.
Dan kewajiban itu sifatnya fardhu `ayn,
bersifat individual. Artinya, kewajiban itu tidak akan gugur sebelum
dipenuhi langsung oleh setiap individu. Belajar Al-Quran bukan sebuah
kewajiban kolektif, di mana kewajiban itu gugur ketika ada orang lain
melakukannya. Belajar Al-Quran adalah kewajiban individual setiap Muslim
dan Muslimah, sampai akhir hayatnya.
Selamat bergerak untuk belajar bahasa Arab, agar semakin nikmat dan mendalam memahami Al-Quran. Semoga bermanfaat



Tidak ada komentar:
Posting Komentar