FILE

HUMOR

Rabu, 10 Desember 2014

BELAJAR BAHASA ARAB ITU WAJIB

 
AL-QURAN AL-KARIM adalah kitab suci yang menjadi petunjuk, tuntunan, bagi setiap Mukmin yang bertakwa. Karena itu setiap Mukmin dan Muslim wajib mempelajari Al-Quran. Apa pun alasannya, apa pun profesi dan kebiasaan yang dijalani seseorang, Al-Quran tetap wajib dipelajari oleh setiap Muslim. Al-Quran tidak hanya wajib dipelajari oleh kyai, ustadz, santri, atau orang yang menggeluti keagamaan. Ia tetap wajib dipelajari oleh semua lapisan dan profesi masyarkat Muslim. Dari rakyat jelata hingga penguasa. Dari petani hingga pengusaha. Dari anak-anak beliau hingga dewasa. Dari mereka yang berjalan kaki hingga berkendaraan. Semuanya berkewajiban belajar Al-Quran –agar bisa menjalankannya.

Masalahnya, Al-Quran adalah Kitab Suci yang berbahasa Arab. Sedangkan mayoritas Muslim di dunia bukan berasal dari bangsa Arab yang menguasai bahasa itu.
Itulah sebabnya, belajar bahasa Arab itu wajib. Ketika belajar Al-Quran wajib, jelas sekali, belajar bahasa Arab juga wajib. Mungkin ada yang berujar: “Untuk memahami Al-Quran, tidak perlu menguasai bahasa Arab. Sebab, Al-Quran sudah diterjemahkan dalam bahasa kita.”

Bahwa Al-Quran sudah diterjemahkan dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia, adalah benar. Memang demikian. Tetapi sungguh, terjemahan tersebut tidak dapat mewakili seluruh kandungan makna yang tersimpan dalam setiap ayat dan kata Al-Quran. Setiap kata yang digunakan dalam setiap ayat Al-Quran memiliki kandungan makna yang mendalam, luas, dan luar biasa, yang itu tidak dapat diselami dan dijangkau melalui bahasa terjemahannya.

Pada tulisan yang akan datang kita akan coba tunjukkan beberapa contoh, betapa setiap kata yang dipilih digunakan oleh Al-Quran itu tidak dapat diwakili oleh bahasa terjemahan. Dan tentu saja, ketika kandungan makna yang tersimpan dalam setiap kata dalam Al-Quran itu tidak dapat direpresentasi oleh terjemahan, maka sebenarnya terjemahan itu mempersempit makna ayat-ayat Al-Quran. Sekalipun setiap orang akan terbantu dengan adanya terjemahan, tetapi jika ia hanya mengandalkan terjemahannya saja, maka ia takkan sanggup menangkap kemukjizatan dan seluruh makna yang diinginkan oleh setiap kata dalam ayat-ayat Al-Quran. Dan itu berarti bahwa ia belum dapat menangkap seluruh petunjuk yang terkandung dalam Kitab Susi yang luar biasa dahsyat itu.

Karenanya, agar kita dapat menyelami Al-Quran lebih mendalam dan luas, sehingga fungsi tuntunan dan kepetunjukan Al-Quran semakin terasa pada diri kita, maka jelas, siapa pun harus bisa bahasa Arab. Dan ketika ia belum menguasainya, maka ia wajib mempelajarinya. Sebagaimana belajar Al-Quran adalah wajib, maka belajar bahasa Arab juga wajib.

Dan kewajiban itu sifatnya fardhu `ayn, bersifat individual. Artinya, kewajiban itu tidak akan gugur sebelum dipenuhi langsung oleh setiap individu. Belajar Al-Quran bukan sebuah kewajiban kolektif, di mana kewajiban itu gugur ketika ada orang lain melakukannya. Belajar Al-Quran adalah kewajiban individual setiap Muslim dan Muslimah, sampai akhir hayatnya.

Selamat bergerak untuk belajar bahasa Arab, agar semakin nikmat dan mendalam memahami Al-Quran. Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar