Ketahuilah saudara-saudara sekalian, bahwa mencari ilmu itu
hukumnya adalah wajib bagi kaum muslimin dan muslimat. Sebagaimana yang
disabdakan oleh Rasulullah SAW di dalam haditsnya:
“Mencari
ilmu itu wajib bagi orang Islam laki-laki dan perempuan.”
Kenapa Rasulullah SAW. Mewajibkan
umatnya untuk menuntut ilmu ? Karena ilmu sangat penting bagi kehidupan manusia
di dunia ini. Dengan ilmu, kita bisa menundukkan seluruh makhluk Allah di dunia
ini. Kita bisa menguasai gunung, bintang, bulan, langit, tumbuh-tumbuhan dan
binatang buas sekalipun. Dengan ilmu pula kita bisa memimpin dunia, memimpin
seluruh makhluk hidup. Dan dengan ilmu kita bisa menjadi makhluk yang terbaik
di antara makhluk Allah SWT. Tetapi jika tidak berilmu, kita akan menjadi
bodoh, tidak tahu apa-apa di dunia ini dan pada akhirnya kita menjadi makhluk
yang paling jelek dan paling rendah.
Ilmu adalah
cahaya, ilmu adalah mulia, ilmu adalah menjadikan yang sulit jadi mudah, ilmu
adalah mengangkat derajat manusia ketempat yang tinggi disisi allah swt,
sebagaimana Firman Nya dalam Surat Al-Mujadalah Ayat 11 :
يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَ الَّذِيْنَ
أُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Allah Akan meninggikan derajat orang-orang yang
beriman diatara kamu dan yang berilmu pengetahuan beberapa derajat "
Kata Imam Al-ghazali dalam kitab Minhajul
'Abidin :
الْعِلْمُ فىِ الصُّدُوْرِ كَالْمِصْبَاحِ فىِ الْبَيْتِ
Ilmu yang ada dalam dada bagaikan lampu yang
ada didalam rumah.
Al-Imam Asy-Syafi’I ra. pernah menggubah sebuah
Sya'ir :
تَعَلَّمْ فَلَيْسَ الْمَرْءُ يُوْلَدُ عَالِمًا وَلَيْسَ
أَخُوْ عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ
وَإِنَّ كَبِيْرَ الْقَوْمِ لاَ عِلْمَ عِنْدَهُ صَغِيْرٌ إِذَا الْتَفَّتْ عَلَيْهِ الْجَحَافِلُ
وَإِنَّ صَغِيْرَ الْقَوْمِ إِنْ كَانَ عَالِمًا كَبِيْرٌ إِذَا رُدَّتْ إِلَيْهِ الْمَحَافِل
وَإِنَّ كَبِيْرَ الْقَوْمِ لاَ عِلْمَ عِنْدَهُ صَغِيْرٌ إِذَا الْتَفَّتْ عَلَيْهِ الْجَحَافِلُ
وَإِنَّ صَغِيْرَ الْقَوْمِ إِنْ كَانَ عَالِمًا كَبِيْرٌ إِذَا رُدَّتْ إِلَيْهِ الْمَحَافِل
Belajarlah karena tidak ada seorangpun yang dilahirkan dalam
keadaan berilmu, dan tidaklah orang yang berilmu seperti orang yang bodoh.
Sesungguhnya suatu kaum yang besar tetapi tidak berilmu maka
sebenarnya kaum itu adalah kecil apabila terluput darinya keagungan (ilmu).
Dan sesungguhnya kaum yang kecil jika memiliki ilmu maka
pada hakikatnya mereka adalah kaum yang besar apabila perkumpulan mereka selalu
dengan ilmu.”
Pribahasa mengatakan dengan Iman hidup akan terarah, dengan Taqwa
hidup akan barakah, dengan seni hidup jadi indah, dan dengan ilmu hidup akan
jadi mudah
Suatu ketika nabi
sulaiman AS disuruh oleh Allah untuk memilih antara harta, tahta, dan
ilmu…..nabi sulaiman menjatuhkan pilihannya kepada ilmu yang pada akhirnya
berkat ia memilih ilmu... harta dan tahta pun diberikan oleh Allah SWT. Rasulullah
Saw telah bersabda:
مَنْ
اَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَ مَنْ اَرَادَ اْلآخِرَةَ فَعَلَيْهِ
بِالْعِلْمِ وَ مَنْ اَرَادَ هُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
siapa yang ingin
dunia maka jawabannya adalah ilmu dan siapa yang menghendaki akhirat jawabannya
adalah ilmu dan siapa yang menghendaki kedua-duanya jawabannya juga ilmu "
Oleh
sebab itu sudah semestinya kita berupaya sebaik-baiknya dalam menimba ilmu yang
mulia ini. Nah, untuk bisa meraih apa yang kita idam-idamkanatau cita-citakan
ini tentunya ada adab-adab yang harus diperhatikan agar ilmu yang kita peroleh
membuahkan barakah, menebarkan rahmah dan bukannya malah menebarkan fitnah atau
justru menenggelamkan kedalam api neraka.
1. Niat yang ikhlas
Oleh sebab itu, kita
harus mengikhlaskan diri kita dalam menuntut ilmu hanya untuk Allah, yaitu
dengan meniatkan dalam menuntut ilmu dalam rangka mengharapkan wajah Allah ‘azza
wa jalla. Apabila dalam menuntut ilmu seseorang mengharapkan untuk
memperoleh persaksian/gelar demi mencari kedudukan dunia atau jabatan maka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,“Barang
siapa yang menuntut ilmu yang seharusnya hanya ditujukan untuk mencari wajah
Allah ‘azza wa jalla tetapi dia justru berniat untuk meraih bagian kehidupan
dunia maka dia tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat.
2. Beradab dengan orang yang memberi ilmu
Imam Syafie pernah bekata: siapa
yang ingin dibuka hatinya oleh Allah, maka hendaklah ia berkhalwat, sedikit
makan, menjauhi daripada bergaul dengan orang yang bodoh, dan membenci orang
yang tidak berlaku adil dan tidak beradab daripada kalangan mereka yang
berilmu"
3.
Bersabar
dalam menuntut ilmu
Yaitu hendaknya dia
sabar dalam belajar, tidak terputus di tengah jalan dan merasa bosan, tetapi
hendaknya di terus konsisten belajar sesuai kemampuannya dan bersabar dalam
meraih ilmu, tidak cepat jemu karena apabila seseorang telah merasa jemu maka
dia akan putus asa dan meninggalkan belajar. Akan tetapi apabila dia sanggup
menahan diri untuk tetap belajar ilmu niscaya dia akan meraih pahala
orang-orang yang sabar; ini dari satu sisi, dan dari sisi lain dia juga akan
mendapatkan hasil yang baik.
4.
Rendah diri
Imam Ahmad
bin Hambal berkata: Kami diperintahkan supaya tawadhu' (rendah diri) kepada
siapa yang kami pelajari ilmu daripadanya."
5.
Tidur yang
sedikit
Firman Allah
SWT yang bermaksud:Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam
taman-taman syurga dan mata air, mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan
kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang
yang berbuat baik; mereka sedikit tidur di waktu malam dan pada akhir malam
mereka meminta ampun (kepada Allah SWT)." [Az Zariyat 51 : 15 – 18]
6.
Kurangi
berkata-kata yang tidak bemanfaat
Sabda
Rasulullah SAW yang bermaksud: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari
akhirat, maka bercakaplah dengan perkataan yang baik ataupun diam. HR Bukhari
dan Muslim.
Munkin
inilah yang sempat saya sampaikan mudah-mudahan dapat bermanfaat kepada sekalian
khususnya kepada pribadi saya sendiri, sebenarnya masih banyak diantara
adab-adab dalam menuntut ilmu tetapi karena waktu jualah membatasi kita dan
juga ilmu yang terbatas ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar