Apa yang kita bayangkan bila hendak mulai belajar
bahasa Arab untuk pertama kali? Hal-hal apa yang harus kita pelajari
pertama kali dalam bahasa Arab? Pertanyaan seperti ini kerap muncul
dalam benak mereka yang mau belajar bahasa Arab.
Lalu bagaimana dengan
orang-orang yang akan mengajar bahasa Arab? Sama, mereka juga memiliki
pertanyaan serupa: Materi apa yang pertama kali harus saya ajarkan kepada siapa saja yang menginginkan saya mengajarinya?
Kita perlu menjawab pertanyaan di atas. Karena, awal yang baik akan menentukan perjalanan kita berikutnya. Good start is half of battle. Permulaan yang baik adalah setengah perjuangan.
Setelah
pertanyaan di atas terjawab, pertanyaan berikutnya adalah: buku-ajar
apa yang harus saya gunakan untuk menyampaikan materi ajar?
Tentang
materi-ajar, tidak sedikit orang yang memulai proses belajar dan
mengajarnya dari ilmu tentang kaidah tata bahasa Arab, atau qawa`id, yang biasanya mencakup nahwu dan sharaf. Mereka berkonsentrasi di sini. Ada juga yang belajar dan mengajarkan percakapan (muhadatsah, hiwar). Sebagian lagi ada yang mencoba memulai dari tarjamah (menerjemahkan). Atau juga yang lainnya.
Materi-materi
tersebut memang penting, dan merupakan bagian dari skill (kecakapan)
berbahasa yang bermanfaat dan dibutuhkan. Masalahnya, kecakapan
berbahasa tidak hanya yang kita sebutkan di atas saja. Masih ada
beberapa lagi yang lain. Dan sayangnya, materi-materi yang sangat
dibutuhkan dalam berbahasa itu seringkali dipelajari atau diajarkan
secara terpisah.
Akibatnya,
banyak orang yang berkonsentrasi mempelajari suatu skill bahasa, dalam
waktu yang lama –bahkan sangat lama– dan ia tidak juga mempelajari
dan membiasakan kecakapan-kecakapan lainnya. Sementara energi, waktu,
semangat, juga biaya mereka untuk belajar bahasa Arab juga kian
terbatas.
Dampak
berikutnya, bisa ditebak: keahlian berbahasa tidak meningkat, semangat
keburu kendur, motivasi keburu melemah, dan akhirnya secara teratur
mundur dari gelanggang belajar bahasa Arab yang sebenarnya sangat asyik
dan menantang itu…
Dalam
penelitian dan pengalaman mengajar bahasa Arab kepada beberapa
kalangan dengan beragam kebutuhan, kurang lebih 11 tahun, saya
merumuskan setidaknya ada 9 kecakapan (skill) dasar yang mesti dikuasai
oleh seseorang yang belajar bahasa. Bukan hanya 4 skill seperti yang
selalu diajarkan di kampus-kampus perguruan tinggi jenjang dari S1
hingga S3. Dan saya menyimpulkan, bahwa 9 kompetensi atau kecakapan itu
sudah harus dipelajari sejak seseorang baru saja mulai belajar bahasa
Arab untuk pertama kali, dan semuanya dipelajari serta dibiasakan
secara bersamaan, sekaligus….
Kata
pepatah, “Awal yang baik adalah setengah perjalanan.” Karenanya sangat
penting pula memutuskan tindakan awal dalam proses belajar dan
mengajar bahasa Arab. Dan tntuk menjawab pertanyaan “Dari mana kita mulai belajar atau mengajar bahasa Arab?“, maka jawabannya adalah “Dari mempelajari dan membiasakan 9 kompetensi dasar berbahasa secara bersamaan.“
Untuk
hal tersebut, maka buku-ajar yang harus kita gunakan, juga harus
buku-ajar yang memang didesain untuk mengenalkan dan membiasakan 9
kecakapan dasar bahasa tersebut.
Apa sajakah 9 kecakapan dasar bahasa itu? Inilah jawabannya:
1) Membaca (qira`ah), 2) Menulis (kitabah), 3) Mendengar (istima`), 4) Berbicara (takallum), 5) Memahami (fahm), 6) Logika bahasa (manthiq lughawi), 7) Rasa bahasa (dzawq lughawi), Menerjemahkan (tarjamah), 9) Mengarang-menuangkan gagasan (insya-ta`bir).
Dengan
mempelajari atau mengajarkan 9 kecakapan dasar bahasa yang sangat
penting itu secara bersamaan, maka proses belajar-mengajar bahasa Arab
akan jauh lebih efisien, efektif, bahkan tidak membosankan –sebab
pengajarannya menjadi variatif. Apakah cara itu tidak membingungkan,
baiuk saat belajar maupun mengajarnya? Tidak…! Justru itu akan saling
menguatkandan memahamkan satu sama lain.
Selamat belajar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar